<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>+&#62;Nurfadilah</title>
	<atom:link href="http://nurfadilahzaa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 10:58:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurfadilahzaa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>+&#62;Nurfadilah</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurfadilahzaa.wordpress.com/osd.xml" title="+&#62;Nurfadilah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurfadilahzaa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fasilitas Cetak Gabung (Mail Merge)</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/23/fasilitas-cetak-gabung-mail-merge/</link>
		<comments>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/23/fasilitas-cetak-gabung-mail-merge/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 10:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfadilahzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfadilahzaa.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hal pengiriman surat dengan isi yang sama seperti surat undangan, surat penawaran, dan lain-lain kepada beberapa orang, diperlukan secara tepat untuk mengerjakannya. Jika surat dibuat satu per satu, tentu ini akan merepotkan. Dalam Word terdapat fasilitas cetak gabung (mail merge) untuk membuat beberapa surat dengan cepat. Langkah-langkah untuk menggunakan fasilitas mail merge adalah sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=9&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Dalam hal pengiriman surat dengan isi yang sama seperti surat undangan, surat penawaran, dan lain-lain kepada beberapa orang, diperlukan secara tepat untuk mengerjakannya. Jika surat dibuat satu per satu, tentu ini akan merepotkan. Dalam Word terdapat fasilitas cetak gabung (mail merge) untuk membuat beberapa surat dengan cepat.</p>
<p>Langkah-langkah untuk menggunakan fasilitas mail merge adalah sebagai berikut.</p>
<p>Untuk menggunakan fasilitas cetak gabung, terlebih dahulu harus dibuat dua file, yaitu dokumen utama (main document) dan sumber data (data source). Dokumen utama berisi teks surat dan field-field, sedangkan sumber data berisi data-data yang akan digabungkan ke surat (misalnya nama dan alamat yang dituju).</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=9&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/23/fasilitas-cetak-gabung-mail-merge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cad591014db2f60160db1e2fe1f49880?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurfadilahzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peradilan Rakyat</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/peradilan-rakyat/</link>
		<comments>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/peradilan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 11:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfadilahzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfadilahzaa.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen Putu Wijaya Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum. &#8220;Tapi aku datang tidak sebagai putramu,&#8221; kata pengacara muda itu, &#8220;aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.&#8221; Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=7&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen Putu Wijaya<br />
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.</p>
<p>&#8220;Tapi aku datang tidak sebagai putramu,&#8221; kata pengacara muda itu, &#8220;aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.</p>
<p>&#8220;Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?&#8221;<br />
Pengacara muda tertegun. &#8220;Ayahanda bertanya kepadaku?&#8221;<br />
&#8220;Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung<br />
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini.&#8221;<br />
Pengacara muda itu tersenyum.<br />
&#8220;Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.</p>
<p>&#8220;Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua itu meringis.<br />
&#8220;Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan.&#8221;<br />
&#8220;Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!&#8221;<br />
Pengacara tua itu tertawa.<br />
&#8220;Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!&#8221; potong pengacara tua.<br />
Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.</p>
<p>&#8220;Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan,&#8221; sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, &#8220;jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.</p>
<p>&#8220;Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog.&#8221;<br />
&#8220;Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.</p>
<p>Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menjadikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang.</p>
<p>Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan.</p>
<p>&#8220;Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu kamu terima?&#8221; potong pengacara tua itu tiba-tiba.<br />
Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran.<br />
&#8220;Bagaimana Anda tahu?&#8221;</p>
<p>Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: &#8220;Sebab aku kenal siapa kamu.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda sekarang menarik napas panjang.<br />
&#8220;Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya.&#8221;</p>
<p>Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.<br />
&#8220;Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?&#8221;<br />
&#8220;Antara lain.&#8221;<br />
&#8220;Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku.&#8221;<br />
Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu.<br />
&#8220;Jadi langkahku sudah benar?&#8221;<br />
Orang tua itu kembali mengelus janggutnya.</p>
<p>&#8220;Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?&#8221;<br />
&#8220;Tidak! Sama sekali tidak!&#8221;<br />
&#8220;Bukan juga karena uang?!&#8221;<br />
&#8220;Bukan!&#8221;<br />
&#8220;Lalu karena apa?&#8221;<br />
Pengacara muda itu tersenyum.<br />
&#8220;Karena aku akan membelanya.&#8221;<br />
&#8220;Supaya dia menang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku.&#8221;<br />
Pengacara tua termenung.<br />
&#8220;Apa jawabanku salah?&#8221;<br />
Orang tua itu menggeleng.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kamu akan menang.&#8221;<br />
&#8220;Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tertawa kecil.<br />
&#8220;Itu pujian atau peringatan?&#8221;<br />
&#8220;Pujian.&#8221;<br />
&#8220;Asal Anda jujur saja.&#8221;<br />
&#8220;Aku jujur.&#8221;<br />
&#8220;Betul?&#8221;<br />
&#8220;Betul!&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi.<br />
&#8220;Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan! Kenapa mesti takut?!&#8221;<br />
&#8220;Mereka tidak mengancam kamu?&#8221;<br />
&#8220;Mengacam bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak.&#8221;<br />
Pengacara tua itu terkejut.<br />
&#8220;Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?&#8221;<br />
&#8220;Tidak.&#8221;<br />
&#8220;Wah! Itu tidak profesional!&#8221;<br />
Pengacara muda itu tertawa.<br />
&#8220;Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!&#8221;<br />
&#8220;Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?&#8221;<br />
Pengacara muda itu terdiam.<br />
&#8220;Bagaimana kalau dia sampai menang?&#8221;<br />
&#8220;Negara akan mendapat pelajaran penting. Jangan main-main dengan kejahatan!&#8221;<br />
&#8220;Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?&#8221;<br />
Pengacara muda itu tak menjawab.<br />
&#8220;Berarti ya!&#8221;<br />
&#8220;Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!&#8221;</p>
<p>Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak bicara lagi, ia mengangkat tangannya.</p>
<p>&#8220;Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok.&#8221;<br />
&#8220;Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul.&#8221;<br />
&#8220;Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang.</p>
<p>Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu ingin menjawab, tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan.<br />
&#8220;Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia.&#8221;</p>
<p>Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.</p>
<p>&#8220;Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional.&#8221;<br />
&#8220;Tapi&#8230;&#8221;</p>
<p>Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.<br />
&#8220;Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam.&#8221;</p>
<p>Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik.</p>
<p>&#8220;Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai.&#8221;</p>
<p>Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.</p>
<p>Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.</p>
<p>&#8220;Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku,&#8221; rintihnya dengan amat sedih, &#8220;Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?&#8221; ***</p>
<p>Cirendeu 1-3-03</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=7&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/peradilan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cad591014db2f60160db1e2fe1f49880?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurfadilahzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>koleksi puisi</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/koleksi-puisi/</link>
		<comments>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/koleksi-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfadilahzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/koleksi-puisi/</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 2007 Oktober 01 Puisi Cinta ada apa dengan cinta http://danganum.livejournal.com/86340.html Satu masa telah terlewati Benci dan rindu merasuk di kalbu Ada apa dengan cintaku Sulit untuk aku ungkap semua Jangan pernah bibir tertutup Bicarakan semua yang kau rasakan Cinta itu kita yang rasa Bila sengsara hati kan merana Wahai pujangga cinta Biar membelai indah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=5&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="date-header">Senin, 2007 Oktober 01</h2>
<p><a name="429017351875240656"></a></p>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://puisi-indah-puisi-hatiku.blogspot.com/2007/10/puisi-cinta.html">Puisi Cinta</a></h3>
<div class="post-body entry-content"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_akmsUSKP31Y/RwGDbZg5dkI/AAAAAAAAAAs/285hOxTXiBc/s1600-h/images22.jpg"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_akmsUSKP31Y/RwGDbZg5dkI/AAAAAAAAAAs/285hOxTXiBc/s320/images22.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div><a href="http://www.ljfind.com/post/38291652/">ada apa dengan cinta</a><br />
<a href="http://danganum.livejournal.com/86340.html" target="_blank">http://danganum.livejournal.com/86340.html</a></div>
<div>
Satu masa telah terlewati</div>
<div>Benci dan rindu merasuk di kalbu</div>
<div>Ada apa dengan cintaku</div>
<div>Sulit untuk aku ungkap semua</div>
<div>Jangan pernah bibir tertutup</div>
<div>Bicarakan semua yang kau rasakan</div>
<div>Cinta itu kita yang rasa</div>
<div>Bila sengsara hati kan merana</div>
<div>Wahai pujangga cinta</div>
<div>Biar membelai indah</div>
<div>Telaga di kalbuku</div>
<div>Jujurlah pada hatimu</div>
<div>Ada apa dengan cinta</div>
<div>
<a href="http://www.ljfind.com/post/74853631/">moodness of the night&#8230;.</a></div>
<div>
Dentingdenting yang berbunyi</div>
<div>dari dinding kamarku</div>
<div>sadarkan diriku dari lamunan panjang</div>
<div>tak terasa malam kini semakin larut</div>
<div>ku masih terjaga</div>
<div>sayang kau di mana aku ingin bersama</div>
<div>aku butuh semua untuk tepiskan rindu</div>
<div>mungkinkah kau di sana merasa yang sama</div>
<div>seperti diriku di malam ini</div>
<div>rintik gerimis mengundang</div>
<div>kekasih di malam</div>
<div>
<a href="http://www.ljfind.com/post/46619519/">Aku Adalah Puisi</a></div>
<div><a href="http://puisiku.livejournal.com/9080.html" target="_blank">http://puisiku.livejournal.com/9080.html</a></div>
<div>
biduk di langit masih kering tertawa</div>
<div>melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal</div>
<div>menari kata dalam balutan puisi</div>
<div>membingkaikan rasa dalam bait</div>
<div>puisi adalah aku</div>
<div>aku bercinta dengan kata</div>
<div>dan merangkai menjadi satu kenangan indah</div>
<div>dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku</div>
<div>kutemukan ada detak lemah setia</div>
<div>
<a href="http://www.ljfind.com/post/22666845/">Met Malam Cinta</a></div>
<div><a href="http://tessypen.livejournal.com/412.html" target="_blank">http://tessypen.livejournal.com/412.html</a></div>
<div>
Cinta memanggilku</div>
<div>Segera kuberlari meghampiri</div>
<div>Meski harus kutempuh</div>
<div>jalan berbatu dan berliku</div>
<div>Kan kuserahklan diri</div>
<div>kedalam rangkulan sayap2nya</div>
<div>Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya</div>
<div>akan melukaiku</div>
<div>Ku bisikan cinta</div>
<div>Mungkin cinta kan membawaku</div>
<div>terbang tinggi ke kumpulan bintang2</div>
<div>Namun dia juga akan mencabik2<br />
Satu nafas terhembus adalah kata</div>
<div>Angan, debur, dan emosi tercampur</div>
<div>Dalam jubah terpautanTangan kita terikat&#8230;</div>
<div>bibir kita menyatu</div>
<div>Maka setiap apa yang terucap</div>
<div>Adalah sabda pandita ratu</div>
<div>Di luar itu pasirDi luar itu debu</div>
<div>Hanya pasir meniup saja lalu hilang</div>
<div>Terbang tak ada</div>
<div>Tapi kita tetap menari</div>
<div>Tarian cuma kita yang tahu</div>
<div>Jiwa ini adalah tanduDuduk saja</div>
<div>
JATUH CINTA<br />
Puisi cinta dari <a href="http://www.wismacinta.com/dws/lipro.php?stage=8&amp;nama_anda=&amp;nama_unik=Nada_Egan" target="_blank">Nada_Egan</a></p>
<p>Saat pertama kali ku melihatmu</p></div>
<div>Jantungku mulai berdegup kencang</div>
<div>Sejak saat itu</div>
<div>Malam-malamku penuh mimpi tentangmu</div>
<div>Setiap kali bersamamu</div>
<div>Serasa ku terbang melayang</div>
<div>Anganku membawamu turut serta</div>
<div>Menghadapi ribuan bintang di langit</div>
<div>Aku jatuh cinta padamu</div>
<div>Jatuh cinta yang pertama</div>
<div>Aku jatuh cinta padamu</div>
<div>Dan kau pun begitu padaku</div>
<div>Ku mohon.. jangan lukai aku..</div>
<div>Ini yang pertama buatku</div>
<div>Ku ingin yang paling indah</div>
<div>Walau pun nanti berpisah</div>
<div>Kisah ini tak kan terlupakan..</p>
<p><span style="font-size:180%;">INGIN KU MILIKI DIRIMU</span><br />
Puisi cinta dari <a href="http://www.wismacinta.com/dws/lipro.php?stage=8&amp;nama_anda=&amp;nama_unik=Nada_Egan" target="_blank">Nada_Egan</a></p>
<p>Terlalu lama ku pendam</p></div>
<div>Semua rasa ini padamu</div>
<div>Kini ku sudah tak tahan</div>
<div>Ku ingin kau tau semua..</div>
<div>Aku lebih dulu mencintaimu</div>
<div>Aku lebih dulu mengenalmu</div>
<div>Bukannya dia..</div>
<div>Cinta itu harus diungkapkan</div>
<div>Cinta itu harus memiliki</div>
<div>Tak kan kulepaskan dirimu</div>
<div>Memang tinggi egoku</div>
<div>Namun.. ingin ku miliki dirimu..</div>
<div>Demi cinta yang t`lah lama ku pendam</div>
<div>Demi mengganti semua pengorbanan</div>
<div>Yang t`lah ku lakukan untukmu</div>
<div>Kau harus jadi milikku..</div>
<div>
<span style="font-size:180%;"><span style="color:#000099;">Cintaaaaaaa</span> </span><br />
Puisi cinta dari <a href="http://www.wismacinta.com/dws/lipro.php?stage=8&amp;nama_anda=&amp;nama_unik=bintan9naCozLet" target="_blank">bintan9naCozLet</a></p>
<p>cinta ku sudah lama tumbuh atas namanyaaaa</p></div>
<div>sekian hari&#8230;sekian waktu&#8230;</div>
<div>namanya tetap berdegub bersama jantung yang berdetak..</div>
<div>mengingatnya membawa ku melambung tinggi ke anakasa&#8230;</div>
<div>taukaha kau&#8230;.</div>
<div>apa ini yang disebut cintaa..</div>
<div>atau kah hanya sebuah angan kosong</div>
<div>yang terukir atas nama cinta</div>
<div>
<a title="Madah Cinta Sebuah Tulisan" href="http://puisicinta.blog.co.uk/2005/08/31/madah_cinta_sebuah_tulisan%7E154406"><span style="font-size:180%;">Madah Cinta Sebuah Tulisan</span></a></p>
<p>Wahai kawan2 ku&#8230;</p></div>
<div>Dengarlah bisikan kata2 ku ini.<br />
Tulislah wahai kawan2 ku..!</div>
<div>Tulislah madah cinta mu</div>
<div>Tulislah puisi cinta mu</div>
<div>Tulislah apa2 yang telintas dihati mu!</div>
<div>Rasakan getaran suara hati naluri mu</div>
<div>Biarkan ia bersuara menjerit</div>
<div>Biarkan seisi dunia mendengarkannya luahannya</div>
<div>Luahan rasa hati seorang manusia!<br />
Wahai kawan ku&#8230;!Jangan engkau berdiam diri</div>
<div>Jangan engkau hanya menjenguk disana sini</div>
<div>Komentar sana komentar sini!</div>
<div>Bukankah engkau juga mempunyai rasa hati?</div>
<div>Sedikit naluri untuk berpuisi?<br />
Wahai kawan ku&#8230;Percayalah bahawa &#8230;</div>
<div>kita cuma insan biasa</div>
<div>cuba meneroka rahasia kehidupan</div>
<div>Sama-sama juga ada kekurangan</div>
<div>sama-sama ada sedikit kepahitan</div>
<div>Didalam merenangi lautan madah cinta ini</div>
<div>cuba membongkar rahasia hakikat puisi cinta!</div>
<div>
PUISI CINTA KENANGAN BERSAMA.</div>
<div>
Pada sekuntum mawar yang mekar</div>
<div>dan air sungai yang mengalir</div>
<div>disitu ku lihatterukir wajah mu</div>
<div>dan tertulis&#8230;.kisah cinta kita berdua.<br />
Sebuah nostalgia yang lalu</div>
<div>tidak mudah untuk ku lupakan</div>
<div>dan masih ku simpan erat-erat</div>
<div>didalam sebuah potretwajah kita bersama.<br />
PUISI CINTA PILIHAN<br />
Wahai manis ku…Dengarkanlah bisikan hati ku ini!<br />
Pada dua persimpangan laluan jalan hidup ku ini</div>
<div>Aku Cuma ada dua pilihan</div>
<div>Hidup untuk terus menyintai mu</div>
<div>Atau mati !<br />
Kemarin kulihat ia menangis</div>
<div>dalam hening</div>
<div>dalam diam</div>
<div>tanpa airmata</div>
<div>Namun kutahu ia menangis</div>
<div>Sekarang kulihat ia telah tertawa</div>
<div>walau masih ada luka di matanya</div>
<div>walau masih terasa lelah di hatinya</div>
<div>namun ia telah tertawa</div>
<div>Kutahu ia telah pasrah</div>
<div>Kutahu ia telah menyerah</div>
<div>tak berdaya pada kuasa hatinya</div>
<div>tak kuasa pada kehendak cintanya</div>
<div>Dan kini ia hanya diam</div>
<div>menanti dalam rindu yang amat sangat</div>
<div>dalam sepi yang menyengat</div>
<div>Menanti sesuatu yang tak pasti</div>
<div>tapi ia tak peduli</div>
<div>ia hanya tahu cinta yang ia miliki pasti</div>
<div></div>
<div><span style="font-size:180%;color:#000099;">.:: menanti dalam sepi</span></div>
<div>
Senja di Pelabuhan Kecil</div>
<div>Ini kali tiada yang mencari cinta</div>
<div>Di antara gudang, rumah tua,</div>
<div>pada ceritaTiang serta temali.</div>
<div>Kapal,perahu tiada berlaut</div>
<div>Gerimis mempercepat kelam.</div>
<div>Ada juga kelepak elang</div>
<div>Menyinggung muram,</div>
<div>desir hari lari berenang</div>
<div>Menemu bujuk pangkal akanan.</div>
<div>Tidak bergerak</div>
<div>Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak</div>
<div>Tiada lagi. Aku sendiri.</div>
<div>Berjalan</div>
<div>Menyusur semenanjung, masih pengap harap</div>
<div>Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan</div>
<div>Dari pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap<br />
Kepada kawan………….</div>
<div>
<a title="Permanent Link to arti kehidupan" href="http://puisi.org/index.php/2007/04/13/arti-kehidupan/"><span style="font-size:180%;">arti kehidupan</span></a><span style="font-size:180%;"> </span></div>
<div>
adakah seorang insan yang mengerti..</div>
<div>apakah arti kehidupan ini…<br />
pernah kucari arti cinta sejati</div>
<div>namun yang kutemui hanyalah mimpi..</div>
<div>suatu mimpi kosong yang tak bertepi</div>
<div>apakah salah hati ini</div>
<div>ingin memiliki sebuah cinta sejati..<br />
apakah arti sebuah persahabatan sejati</div>
<div>apakah itu juga sebuah mimpi..?</div>
<div>jika benar,</div>
<div>apalah arti semua ini..</div>
<div>sudah banyak hari kujalani</div>
<div>tanpa suatu tujuan yang pasti…<br />
semua seakan hanyalah ilusi..</div>
<div>ilusi yang tiada memiliki arti<br />
namun akhirnya satu hal kusadarihanya</div>
<div>Tuhan yang sungguh mengerti,</div>
<div>tentang semua arti kehidupan ini..</div>
<div>kekosongan hati ini</div>
<div>tidak lagi diisi dengan benci..</div>
<div>tak ada yang lebih murni</div>
<div>dari kesucian cinta Ilahi<br />
_finka</div>
<div>
<a title="Permanent Link to “Syair Cinta”" href="http://puisi.org/index.php/2007/03/27/syair-cinta/"><span style="font-size:180%;">“Syair Cinta”</span></a><span style="font-size:180%;"> </span></div>
<div>
Semoga,</div>
<div>sayap patahku</div>
<div>cukup menghangatkan pangeran hati</div>
<div>Yang melambungkan bahagiaku,</div>
<div>meneduhkan di saat diri telah merapuh<br />
Kini kumengerti arti penantian</div>
<div>memahami makna gelombang sebelum daratan<br />
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa</div>
<div>derai tawaku menjadi bintang di langit terang</div>
<div>binar mataku cahaya di jiwanya</div>
<div>dia labuhan hatiku<br />
*E n O*</div>
<div>
<span style="color:#3333ff;">MADAH CINTA FANTASI</span></div>
<div></div>
<div>Wahai sayang ku….!</div>
<div>Jikalau disatu hari nanti….</div>
<div>Engkau sedang merasa sedih dan berdukacita</div>
<div>Serulah aku!</div>
<div>Pasti aku akan segera datang disisi mu</div>
<div>Walaupun aku tidak dapat mengembirakan mu ketika itu</div>
<div>Yang pastinya…</div>
<div>Aku akan turut serta berduka menangis bersama2 mu!</div>
<div>Wahai sayang ku….!</div>
<div>Jikalau disatu hari nanti</div>
<div>Engkau ingin lari berpindah ketempat lain</div>
<div>Serulah aku!</div>
<div>Kerana aku tidak akan menghalang niat mu</div>
<div>Cuma aku….</div>
<div>Ingin juga lari berpindah ketempat lain bersama2 mu!</div>
<div>Wahai manis ku….!</div>
<div>Jikalau disatu hari nanti</div>
<div>Engkau lihat lidah ku sudah menjadi bisu dan kelu</div>
<div>Segeralah datang kepada ku</div>
<div>Kerana ketika itu….</div>
<div>Aku sedang didalam kerinduan</div>
<div>Dan sedang tersangat dahaga</div>
<div>Memerlukan diri mu dan kehadiran mu…!</div>
<div>
<span style="color:#000099;">MADAH CINTA SATU HARAPAN</span></div>
<div></div>
<div>Wahai….sayang ku!</div>
<div>Adakah engkau mendengar suara ku ini?</div>
<div>Adakah engkau mendengar keluhan hati ku ini?</div>
<div>Adakah englau mendengar jeritan jiwaku ini&#8230;?</div>
<div>Sedangkan engkau jauh dari ku…</div>
<div>Jauh dirantauan orang…!</div>
<div>Wahai….manis ku!</div>
<div>Apa yang harus ku katakkan pada mu?</div>
<div>Ketika engkau tiada disisi ku</div>
<div>Seribu kerinduan telah membakar diri ku</div>
<div>Seribu penyesalan telah melanda diri ku</div>
<div>Seribu kenangan menyerang diri ku..!</div>
<div>Tanpa mu Siapalah aku..!</div>
<div>Wahai…sayang ku!</div>
<div>Tahukah engkau…</div>
<div>Betapa diriku ini</div>
<div>Sentiasa gelisah menanti kepulangan mu</div>
<div>Betapa diriku ini</div>
<div>Sentiasa terbayang senyuman manis mu</div>
<div>Betapa hatiku ini</div>
<div>Merasa kekosongan tanpa kehadiran mu</div>
<div>Betapa diriku ini</div>
<div>Merayu mengharap kepulangan mu!</div>
<div>Wahai ….sayang ku!</div>
<div>Maafkan daku…</div>
<div>Wahai…sayang ku!</div>
<div>Kembalilah kepada ku..!</div>
</div>
<p><span class="post-author vcard"> Diposkan oleh <span class="fn">puisi-indah</span> </span> <span class="post-timestamp"> di <a class="timestamp-link" title="permanent link" rel="bookmark" href="http://puisi-indah-puisi-hatiku.blogspot.com/2007/10/puisi-cinta.html"><abbr class="published" title="2007-10-01T16:28:00-07:00">16:28</abbr></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=5&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/koleksi-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cad591014db2f60160db1e2fe1f49880?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurfadilahzaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_akmsUSKP31Y/RwGDbZg5dkI/AAAAAAAAAAs/285hOxTXiBc/s320/images22.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>tEnTang Cinta</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfadilahzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/tentang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah ketika kau menyingkirkan perasaan, napsu, dan romantika dalam persahabatan. Dan menemukan bahwa kau masih peduli pada orang itu. Memberi seseorang seluruh cintamu bukanlah suatu jaminan bahwa seseorang tersebut akan mencintaimu kembali! Jangan mengharapkan cinta kembali! Hanya tunggulah, cinta itu akan tumbuh dalam hatinya, tapi jika hal itu tidak terjadi, tampunglah cinta itu akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=3&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Cinta adalah ketika kau menyingkirkan perasaan, napsu, dan romantika dalam persahabatan. Dan menemukan bahwa kau masih peduli pada orang itu. Memberi seseorang seluruh cintamu bukanlah suatu jaminan bahwa seseorang tersebut akan mencintaimu kembali! Jangan mengharapkan cinta kembali! Hanya tunggulah, cinta itu akan tumbuh dalam hatinya, tapi jika hal itu tidak terjadi, tampunglah cinta itu akan tumbuh dalam dirimu.</p>
<p>Hanya butuh 1 menit untuk dapat suka dengan seseorang, hanya butuh 1 jam untuk menyukai seseorang dan 1 hari untuk mencintai seseorang tapi butuh waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. Pergilah untuk seseorang yang membuatmu tersenyum karena hanya butuh senyuman untuk membuat hari yang gelap terlihat terang.</p>
<p>Ada masanya dalam hidup ketika kamu merasa sangat merindukan seseorang dan kamu berharap dapat mengambil dia dari mimpimu dan memeluknya dalam kehidupan nyata! Bermimpilah apa yang kamu ingin mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah apa yang kamu ingini karena kamu hanya mempunyai satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan semua hal yang kamu ingin lakukan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=3&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cad591014db2f60160db1e2fe1f49880?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurfadilahzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/</link>
		<comments>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurfadilahzaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=1&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurfadilahzaa.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurfadilahzaa.wordpress.com&amp;blog=6976406&amp;post=1&amp;subd=nurfadilahzaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurfadilahzaa.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cad591014db2f60160db1e2fe1f49880?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurfadilahzaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
